Minggu, 16 Desember 2018

Malaikat dan Setan

Sayap yang terbentang
Putih bersih prilaku sempurna
Tiada menolak tiada berontak
Hanya taat dan tunduk pada perintah

Bertanduk menyeringai
Rupa seram taring runcing
Tiada perintah terlaksana
Hanya keburukan menjadi tujuan

Malaikat dan setan dalam rupa
Tergambar dalam angan tiada dasar
Tiada terlihat tidak terasa
Menjadi dongeng segala cerita.

Terlalu jauh pikiran melamun
Padahal hati tiada henti
Mendengar bisik kedua makhluk
Mengajak baik dan buruk

Sadarlah diri akan bisikan
Pilahlah kebaikan dan keburukan
Tipu daya terlalu indah
Janganlah kau tertipu akan hayalan



Kamis, 13 Desember 2018

Perjalanan Aku

Aku tidak tahu kapan aku ada
Mengapa aku ada
untuk apa aku ada
kemana aku setelah tiada.

Raga tumbuh dari titik
Menjadi bentuk yang disempurnakan
Raga adalah raga
Tiada hidup hanyalah badan.

Aku hidup dalam raga
Tempatku memandang isi dunia
Aku adalah raja akan jasad
Tempatku memerintah segala indra

Kujelajah bumi dengan raga
Berbekal naluri dalam diri
Aku terjebak dengan fatamorgana
Tiada sadar jasad menua.

Waktu tinggal sedikit
Aku tersesat tiada arah
Aku berhenti dan bertanya
Pada diri ku berkata siapakah penciptaku?

Aku melihat sekeliling.
Aku memandang kelangit
Aku melihat gelap dan terang
Tiada aku menemukan penciptaku.

Aku melihat tapi tak menemukan
Engkau memperlihatkan tapi aku tak melihat
Keangkuhan diri menghalangi pandangan
Aku terpejam dan aku melihat

LA ILAHA ILLALLAH

Sekarang aku menyaksikanMU
Kemanapun aku memandang
Walaupun aku terpejam
Aku memandangMU












Selasa, 11 Desember 2018

Ku kejar dunia

Ku terbangun dari rutinitas rohani
Menjelajahi dunia fana
Fatamorgana silih berganti
Menghiasi detik detik yang terbuang.

Tersesat aku dalam hayal
Tiada usaha mencari pintu keluar
Terus ku jelajahi hayalan dunia
Terbuai gemerlap impian semu.

Wahai yang Maha Agung
Sadarkan aku
Gerakkan aku
Jangan biarkan sedetikpun aku tersesat


Selasa, 16 Oktober 2018

Tak Terpikir

Kesibukanku membuatku lupa
Terimakasih atas kesadaran ini Ya Rabb
KeagunganMU tiada banding
Kasih sayangMU meliputi segala.

Siapa aku dialam dunia?
Aku berkata diluar jasad.
Merasa aku tiada lain.
Tak lain hanya patung yang bernyawa.

Aku melihat ciptaanMU
Tanpa merasa akupun ciptaanMU
Memandang segala sesuatu didepan mata
Tanpa merenung dibelakang Mata

Hidupku hanya sedetik lalu.
Tiada jaminan sedetik lagi.
Ijinkan setiap detikku mengingatMU.
Sampai jatahku tiada sisa.

Ku kembali kepadang luas.
Sebagai titik ditengah lapang.
Tiada arah dan tujuan.
Hanya padaMU aku kembali.


Minggu, 14 Oktober 2018

Jagalah aku

Duduk terdiam jemari bergerak
Dengan batin menghadap pada ilahi
Sholatku dalam diam
Bersemedi ditengah ramai.

Hanya engkaulah DZAT yang kupuja.
Segala puji tertuju padaMU.
Aku bersaksi akan nikmatMU
Aku mengaku akan dosaku.

Ampunilah aku wahai TUHANku
Tiada ku meminta ampun selain padaMU.
Engkau maha pengampun.
Tiada TUHAN melainkan hanya ENGKAU.

KuasaMU akan segala sesuatu.
Termasuk kehendak pada diriku.
Jadikan nafas ini menjadi suci
Dari dosa yang mengelabui diri.

Jagalah aku dalam detakku.
Jagalah anganku dari hampa.
Jadikan aku sebagai hambaMU.
Dekatkan aku sebagai pencintaMU.

Rabu, 12 September 2018

Makna Bersyukur

Segala puji yang terbaik hanya untuk ALLAH
Sang maha hidup kekal abadi
Kekuasaannya meliputi segala hal
Mutlak tiada banding hanya satu.

Satu tarikan nafas memberi kita hidup
Satu hembusan nafas mengakhirinya
Memiliki tapi tidak merasa memiliki
Hanya kehilangan yang memberi arti

Ku buka mata
Ku lihat langit langit
Tampak warna dengan jelas
Terimakasih ya Allah atas nikmatMU.

Ku tarik nafas panjang
Ku hembuskan perlahan
Terasa segar badan bergerak
Terimakasih ya Allah atas nikmatMU

Ku terdiam
Ku teringat padamu ya RABB.
Terasa tenang jiwa dan raga
Terimakasih ya Allah atas nikmatMU

Ku ambil pena dan kertas.
Ku tulis sajak bertasbih.
Batin berucap tangan bergerak
Terimakasih ya Allah atas nikmatMU.

Segala puji bagimu ya ALLAH.
Ampuni dosa hamba
kurang bersyukur atas segala nikmatMU
ALHAMDULILLAH

Jumat, 31 Agustus 2018

Dosaku Tobatku

Terpejam aku mata terbuka
Tuli aku telinga mendengar
Lunglai aku tangan melambai
Lumpuh aku kaki melangkah.

Akalku mati tak berpendirian
Mengabdi pada perintah nafsu
Mataku, telingaku, tanganku, kakiku, akalku
Lumpuh sesaat menghiraukan ilahi.

Tersadar dan malu akan hina.
Merasa jauh dari ampunan
Teringat kalam yang suci
Rahmat Allah Mendahului MurkaNYA.


Langit ke 7

Aku masuk kedalam pusaran abadi Memandangmu dengan cinta Bismillah Allahu akbar Satu langkah naik ke langit Pikiran kosong Keinginan kosong ...